Home National Legal

Legal

Kasus Korupsi Dermaga (2)

E-mail Print PDF

Potensi Kebocoran Dana Stimulus

REVIEW, 24/04. Terlepas dari perdebatan tentang siapa saja yang terlibat dalam kasus ini, pertanyaan penting yang perlu diajukan kemudian adalah bagaimana kelanjutan nasib proyek infrastruktur tersebut? Tampaknya untuk proyek yang tersandung kasus korupsi, nasibnya masih belum jelas.

Tak lama setelah kasus ini mencuat, kepada media Menhub menyatakan Departemen Perhubungan akan mengevaluasi proyek itu. Jika direkomendasikan oleh daerah, tidak bertentangan dengan master plan, dan mempunyai seluruh perlengkapan untuk desain, maka proyek itu akan dilanjutkan. Namun jika proyek itu datang tanpa perencanaan, maka kemungkinan tidak akan dilaksanakan.

Dari alokasi dana sebesar Rp2,198 triliun yang diperuntukkan bagi Dephub, rencana akan didistribusikan untuk semua sektor. Namun yang terbesar adalah untuk sektor perhubungan udara dengan alokasi sebesar Rp800 miliar. Sementara sektor perhubungan laut mendapat jatah Rp600 miliar, sektor Kereta Api dikisarkan mendapat Rp400 miliar, dan Perhubungan Darat memperoleh lebih dari Rp300 miliar.

Dana stimulus Infrastruktur

Akan tetapi sekitar sebulan yang lalu Dephub merekomendasikan pengalihan sebagian anggaran dana stimulus tersebut ke Departemen Kelautan dan Perikanan. Proyek yang dialihkan adalah pembangunan dermaga ikan yang bernilai Rp58 miliar. Pengalihan tersebut dikarenakan proyek itu dinilai lebih tepat jika dikelola DKP yang lebih menguasai masalah perikanan.

Namun sepertinya soal pengalihan ini belum akan selesai. DKP melempar kembali program stimulus fiskal senilai Rp58 miliar itu ke Dephub. DKP kemungkinan tidak bisa melaksanakan dan menyarankan untuk digunakan Dephub. Sehingga proyek pembangunan dermaga ikan ini bisa jadi tersendat pelaksanaannya mengingat sampai saat ini masih belum jelas wilayah kewenangannya. Bahkan hingga kini, lokasi pembangunannya masih belum jelas karena masih akan dicarikan lokasi yang tepat untuk dibuat dermaga ikan. Sedang untuk proyek lainnya yang menjadi tanggung jawab Dephub, sebagian sudah mulai jalan meski Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)-nya belum keluar. 

Disisi lain desakan atas percepatan realisasi anggaran stimulus infrastruktur oleh sejumlah kalangan mulai menguat. Mengingat dampak krisis global sudah mulai dirasakan masyarakat. Pemerintah melalui Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan, efektivitas dana stimulus fiskal untuk infrastruktur baru bisa dirasakan paling cepat pada Juni 2009. Ini artinya mundur dari rencana semula yang ditargetkan pemerintah, yakni April.

Upaya percepatan realisasi kucuran dana tampaknya dilakukan Dephub dengan mempersiapkan tender lebih awal. Ini dimaksudkan agar ketika DIPA nantinya sudah siap, disetujui Panitia Anggaran dan siap dicairkan, pemenang tendernya juga sudah ada. Namun jika melihat perkembangan persoalan kewenangan proyek demaga ikan yang belum tuntas hingga kini, dan disisi lain ada keharusan agar penyerapan dana terealisasi tahun ini, maka bisa memunculkan kekhawatiran jika proyek ini berjalan sebatas untuk menghabiskan anggaran.   

***

 

Kembali ke persoalan korupsi dan pengusutan terhadap kasus tersebut, jika mencermati perilaku anggota dewan selama ini, kita sulit percaya kasus korupsi tidak melibatkan banyak pihak. Akan tetapi jika menyimak bantahan yang disampaikan sejumlah anggota dewan yang disebut-sebut Abdul Hadi ikut terlibat dalam kasus yang menjerat dirinya, kita bisa saja menjadi ragu akan kebenaran pengakuan Abdul Hadi.

Terlebih bila melihat rekam jejak Abdul Hadi selama menjadi anggota dewan. Abdul Hadi dikenal suka membantu proyek infrastruktur di daerah asalnya, Sulawesi Selatan. Seperti diungkapkan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo yang dikutip Koran Tempo (4/3). Ia mengatakan, sebagai wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional Sulawesi Selatan, Abdul Hadi, dinilai mampu mengkomunikasikan beberapa masalah pemerintah daerah dengan pusat. Ia mencontohkan pembangunan sejumlah bandara perintis di Tana Toraja, Masamba dan Selayar, serta pembangunan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar.  

Namun satu hal yang perlu diingat, proses penyusunan anggaran tidak dilakukan sendirian. Bahkan bisa dikatakan semua pembahasan di tingkatan dewan melibatkan banyak unsur. Kondisi ini disatu sisi membuka peluang bagi munculnya kongkalikong. Untuk itu penyelidikan secara tuntas atas kasus ini harus dilakukan. KPK hendaknya memeriksa seluruh anggota panitia anggaran, anggota komisi V, dan wakil pemerintah dalam pembahasan dana tersebut, termasuk kalangan pengusaha yang akan kebagian proyek.

Kita tentu tidak ingin kasus ini berakhir seperti skandal suap yang lain yang terkesan diusut setengah hati. Dalam kasus suap pengadaan kapal patroli Dephub, misalnya, banyak anggota dewan yang lolos. Padahal terdakwa Bulyan Royan telah bernyanyi dan menyeret rekan-rekannya di Komisi Perhubungan. Begitu pula dalam skandal aliran dana Bank Indonesia ke wakil rakyat. Hanya dua politikus yang dijerat. Sementara diduga hampir semua anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR periode 1999-2004 mendapat jatah dari BI.

Berkaca dari kasus-kasus serupa sebelumnya, maka sikap tegas dan langkah cerdas KPK dalam mencari bukti-bukti korupsi sangat diperlukan. Sehingga masyarakat akan percaya bahwa upaya pemberantasan korupsi di negeri ini bukan sekadar jargon.
 

Ringan Saja Untuk Pembabat Hutan

E-mail Print PDF

Truk logging di jalur HTI Kabupaten Lamandau Kalimantan TengahREVIEW, Jakarta (14/3) - Para pembantai hutan Indonesia tampaknya bakal makin bersemangat beraksi. Bencana lingkungan pun kian sulit dielakkan. Para hakim yang menjatuhkan hukuman ringan kepada mereka jelas harus ikut bertanggung jawab. Meski sudah ratusan kali diperingatkan agar bertindak keras kepada para pembabat hutan, Indonesia ternyata bebal. Padahal Indonesia telah berulang kali didera bencana lingkungan yang menelan banyak korban jiwa dan harta. Para penegak hukum, birokrat, dan politisi tampak tak peduli pada semua peringatan alam tersebut bahwa hutan-hutan Indonesia sedang berubah menjadi tanah gersang.

Last Updated ( Tuesday, 17 March 2009 12:58 ) Read more...
 

Lagi-Lagi Busyro versus Mafia

E-mail Print PDF

Mafia PeradilanREVIEW, Jakarta (10/3) - Komisi Yudisial (KY) ternyata belum gentar menghadapi ulah Mafia Peradilan. Padahal, gara-gara sikap keras kepalanya, beberapa waktu lalu Mahkamah Konstitusi (MK) mencopot  wewenangnya untuk mengawasi hakim Mahkamah Agung (MA) dan MK. Kali iini KY mengusulkan pembentukan lembaga adhoc untuk menghabisi para pencoleng di dunia peradilan.

Kini Busyro Moqoddas rajin menjalin persahabatan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, dia ingin agar kerjasama antara KPK dan KY ditingkatkan. Dalam arti, nota kesepehaman yang pernah ditandatangani oleh KY, KPK, dan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) pada Februai 2007, ditindaklanjuti dengan langkah-langkah kongkret. Ini karena, menurut Busyro, praktek korupsi semakin sistemik, endemik dan dibangun dengan sinergitas yang tinggi.

Last Updated ( Monday, 16 March 2009 22:08 ) Read more...
 

Pesta Sabu Pak Polisi

E-mail Print PDF

REVIEW, Cirebon (8/7) - Biasanya kalau ada polisi di sarang narkotik, dia sedang bertugas untuk membasmi barang terlarang itu. Tapi, kemarin di Cirebon, seorang perwira berpangkat inspektur satu (Iptu) ditangkap saat sedang pesta sabu bersama teman-temannya. Dia ditangkap di sebuah hotel pada hari Minggu (8/3) dini hari. Ibarat 'pagar makan tanaman', perwira polisi bernama belakang Lubis itu adalah Kepala Urusan Pembinaan Operasi Satuan Narkoba Polres Kota Cirebon.

Polisi perangi sabu


Last Updated ( Monday, 16 March 2009 18:14 )
 

Review Hukum Keempat

E-mail Print PDF

Ini adalah Review Hukum keempat. Ditampilkan di seksi National dan kategori Legal. Berisi review tentang berita-berita bidang Hukum nasional yang dengan uraian mendalam. Review disampaikan dalam Bahasa Inggris dan Indonesia. Diterbitkan secara berkala dan sesuai dengan situasi yang berkembang dan informasi terkini yang bisa dikumpulkan.

 Seperti diketahui, saat ini  usaha penegakan hukum adalah salah satu agenda besar di Indonesia. 

Mahkamah Konstitusi

Last Updated ( Monday, 09 March 2009 22:49 )
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 2

Indonesia News Headline

Review

Hiruk Pikuk Pembentukan Koalisi


Kelompok-kelompok politisi bertarung di sejumlah partai politik dalam menentukan mitra koalisi. Kendali koalisi bakal sulit dijalankan.  Rakernas pekan ini bisa jadi penentuan rujuk atau penajaman kon...

Gejolak Golkar dan Kegelisahan Kubu Cikeas

Selain memenangkan pemilu legislative, kubu Cikeas ingin dapat partner koalisi tangguh. Bila Golkar terpecah, siapapun presiden yang memerintah akan dapat tantangan besar. Imbas krisis ekonomi global ...

Papua Masih Terus Mencekam

Semenjak sebelum  hari pencontrengan 9 April tiba keamanan  di sejumlah kota-kota Papua sudah tergoyang. Potensi konflik masih besar menyusul ancaman para calon anggota legislatif asli Papua. Sayang p...

Menyelamatkan Negara atau Sekadar Berbagi Kekuasaan

Saat ketidakpuasan atas proses pemilu legislative terus bergulir, sejumlah elite politik bergerak untuk membentuk koalisi. Entah apa prioritasnya, menyelamatkan negara atau sekedar berbagi kekuasaaan

R...

Sudahlah Kita Jalani Saja

Bangsa Indonesia pada 9 April akan melaksanakan pemilihan umum. Inilah pemilu yang paling mengundang kontroversi. Terlalu banyak keributan timbul akibat berbagai kelemahan. Butuh hati nurani untuk men...

Pemilu susulan untuk mahasiswa Papua di Yogyakarta

REVIEW (9/4), Sebagian dari mahasiswa Papua di Yogyakarta yang mendatangi kantor KPUD DIY masih menunggu keputusan rapat terkait hak pilih mereka. Informasi terakhir menyebutkan akan dilaksanakannya p...

Pemilu Penuh Kejanggalan

Masa kampanye selesai sudah tanpa keributan.  Namun itu bukan jaminan Pemilu damai.  Rakyat mesti siap memilih meski banyak kejanggalan.

REVIEW, (6/4) Pekan lalu Ketua KPUD Kalimantan Barat, Muzamil, me...

More:

ReviewIndonesia.com Slide
 

Related Items