Home National Politics Pemilu Penuh Kejanggalan

Pemilu Penuh Kejanggalan

E-mail Print PDF

Masa kampanye selesai sudah tanpa keributan.  Namun itu bukan jaminan Pemilu damai.  Rakyat mesti siap memilih meski banyak kejanggalan.

REVIEW, (6/4) Pekan lalu Ketua KPUD Kalimantan Barat, Muzamil, memastikan bahwa seluruh pengiriman bahan logistik di wilayah kerjanya sudah beres dan tak ada masalah lagi. Padahal kita tahu bahwa banyak tempat propinsi itu sulit dijangkau.  Saat ini kondisi jalan di sana amat buruk. Misalnya saja, jarak dari Ibukota Kalimantan Barat Pontianak ke Sintang atau ke Putussibau yang hampir sepanjang Pulau Jawa.
Tak ada kepastian waktu tempuh. Bisa  18 jam atau malah lebih karena yang menentukan bukan lagi jarak namun kualitas jalan. Para wartawan mendapat cerita bahwa untuk sampai di wilayah itu, bahan logistik di antar secara berantai. Bila jalan rusak maka, dokumen-dokumen negara yang amat penting itu dikeluarkan dari kendaraan pengangkut lalu dipikul dengan tenaga manusia. Setelah  sampai ke tempat tertentu baru dimasukkan lagi ke dalam kendaraan lain.

Sekali lagi bila memang semuanya sudah beres tentu prestasi hebat. Bukankah di wilayah dekat Jakarta saja, seperti Bekasi dan Tangerang, soal surat suara bermasalah kendati telah lewat tenggat waktu. Kalimantan Barat boleh jadi hebat karena KPU hanya bertanggungjawab pengiriman bahan sampai ke ibu kota propinsi. Selanjutnya KPUD yang harus meneruskannya sampai ke tempat-tempat pemungutan suara. Bayangkan berapa besar biaya yang mesti keluarkan oleh KPUD bila kondisinya seperti di sana.  

Banyak pihak tak bisa memastikan apakah kondisinya memang benar demikian. Pasalnya pihak Panwas Pemilu nampak kurang aktif menjalankan tugasnya. Sampai dengan pekan lalu yang terdengar hanyalah kekacauan penyusunan jadwal kampanye yang dirasakan kacau  oleh para peserta pemilu. Mereka was was bila banyak kecurangan dan kelemahan terlewatkan dari pengawasan.

Kekhawatiran juga menyangkut keamanan surat suara yang telah dicontreng. Sekalipun pihak kepolisian lewat Kepala Humas Polda Kalimantan Barat AKBP  Suhardi SW menjamin pihaknya akan mengawal dengan baik, namun besarnya wilayah dan terbatasnya personil membuat banyak pihak tak merasa yakin.

***

Di Jawa Timur persoalan DPT belum juga ada kejelasan. Besar kemungkinan pemberi suara adalah orang-orang yang namanya tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berlaku untuk Pilkada Gubernur Jawa Timur lalu. Entah selesai atau tidak persoalan ini sulit untuk dipastikan.

Setelah dugaan manipulasi di wilayah itu menjadi isu nasional, tak terdengar banyak suara menjelaskan langkah-langkah perbaikan. Sebagaimana terjadi di Jakarta, para pejabat daerah juga memilih  lempar tanggungjawab.  Dinas Kependudukan propinsi menjelaskan bahwa sumber  ketidakcocokan adalah mobilitas penduduk yang tinggi.  

Di samping itu, pihak pengurus Rukun Tetangga dan Rukun Warga juga dituding terlalu lamban membuat laporan perubahan jumlah penduduk di wilayahnya. Sampai sekarang tidak terdengar adanya pengurus RT/RW yang berkomentar soal tudingan itu.

Mengingat perbaikan menjadi sesuatu yang mustahil dilakukan, pihak KPUD menyarankan penggunaan KTP sebagai salah satu solusinya. Saran itu sendiri tidak disertai  rincian bagaimana mengatasi kemungkinan seseorang memiliki KTP ganda. Pemberi saran juga tidak mengerti bahwa sering ada kasus, terutama di Jakarta  sebuah Nomer Induk Kependudukan (NIK) bisa saja digunakan oleh beberapa penduduk dengan nama dan alamat yang berbeda.

***

 Hari ini warga mulai menyiapkan  TPS di sekitar tempat tinggal mereka. Sebagian petugas KPPS baru untuk pertama kalinya mendengar bagaimana Pemilu 2009 akan diselenggarakan. Padahal banyak soal teknis yang berbeda  karena tata cara pemberian suara berbeda sekali dengan hajatan serupa lima tahun lalu. Kartu suara sekarang tidak dan diganti dengan lembaran besar berisi calon legislatif baik DPR, DPRD I, DPRD II dan DPD.

Perbedaan penting lain juga menyangkut aturan sah atau tidak  sebuah lembar surat suara. Pembetulan calon pemilih dalam DPT juga dilakukan di beberapa tempat sekitar Jakarta. Namun beberapa petugas KPPS tetap menemui kejanggalan berupa duplikasi nama pemilih. Di kawasan Serpong, Tangerang, sejumlah warga negara asing ditemukan terdaftar dalam DPT.

Saat sebagian masalah  bisa teratasi,  kekhawatiran kita belum akan lepas mengingat keributan kemungkinan akan bertumpuk setelah pemberian suara. Penghitungan akan merupakan titik kritis awal karena berbagai kecurangan akan muncul. Sekalipun  tak terjadi keributan, persoalan  akan diteruskan mungkin sampai ke tingkat Mahkamah Konstitusi dan Kepolisiaan.

Sebagaimana dikatakan Ketua MK Moh Mahfud MD, bila tahun 2004 MK menangani 470, kini diperkirakan akan muncul 1000 perkara. Semua mesti diselesaikan dalam waktu 30 hari. ”Kalau kecurangan menjadi masif, kami suruh ulang,” ujarnya kepada Koran Tempo (6/4)

Dengan perkiraan bahwa partai-partai besar tidak akan mampu mencapai mayoritas suara, terbayang sudah instablitas politik yang akan kita jalani sampai 2014 mendatang. Persoalan ekonomi berat yang kita hadapi saat ini akan bertambah rumit bila mesti berjalan bersamaan dengan politik yang tak stabil.

 

Indonesia News Headline

Review

Hiruk Pikuk Pembentukan Koalisi


Kelompok-kelompok politisi bertarung di sejumlah partai politik dalam menentukan mitra koalisi. Kendali koalisi bakal sulit dijalankan.  Rakernas pekan ini bisa jadi penentuan rujuk atau penajaman kon...

Gejolak Golkar dan Kegelisahan Kubu Cikeas

Selain memenangkan pemilu legislative, kubu Cikeas ingin dapat partner koalisi tangguh. Bila Golkar terpecah, siapapun presiden yang memerintah akan dapat tantangan besar. Imbas krisis ekonomi global ...

Papua Masih Terus Mencekam

Semenjak sebelum  hari pencontrengan 9 April tiba keamanan  di sejumlah kota-kota Papua sudah tergoyang. Potensi konflik masih besar menyusul ancaman para calon anggota legislatif asli Papua. Sayang p...

Menyelamatkan Negara atau Sekadar Berbagi Kekuasaan

Saat ketidakpuasan atas proses pemilu legislative terus bergulir, sejumlah elite politik bergerak untuk membentuk koalisi. Entah apa prioritasnya, menyelamatkan negara atau sekedar berbagi kekuasaaan

R...

Sudahlah Kita Jalani Saja

Bangsa Indonesia pada 9 April akan melaksanakan pemilihan umum. Inilah pemilu yang paling mengundang kontroversi. Terlalu banyak keributan timbul akibat berbagai kelemahan. Butuh hati nurani untuk men...

Pemilu susulan untuk mahasiswa Papua di Yogyakarta

REVIEW (9/4), Sebagian dari mahasiswa Papua di Yogyakarta yang mendatangi kantor KPUD DIY masih menunggu keputusan rapat terkait hak pilih mereka. Informasi terakhir menyebutkan akan dilaksanakannya p...

Pemilu Penuh Kejanggalan

Masa kampanye selesai sudah tanpa keributan.  Namun itu bukan jaminan Pemilu damai.  Rakyat mesti siap memilih meski banyak kejanggalan.

REVIEW, (6/4) Pekan lalu Ketua KPUD Kalimantan Barat, Muzamil, me...

More:

ReviewIndonesia.com Slide
 

Related Items